Search This Blog

Monday, May 01, 2006

RUU APP 4

Dear friends,

Thanks a million bagi yang telah meluangkan waktunya untuk menulis komentar atas tulisanku yang terutama bertajuk RUU APP. Satu hal yang ingin saya nyatakan di sini adalah sebaiknya sebelum menuliskan komentarnya, tolong dibaca keseluruhan artikel yang telah saya post di sini yang terutama berkenaan dengan RUU APP, karena mereka semua menjadi satu kesatuan yang utuh. So, saya gak perlu lagi menjawab hal-hal kecil yang sebenarnya sudah saya tuliskan. Selain semua artikel yang saya beri judul RUU APP, juga bacalah artikel yang berjudul "Adam & Hawa dan Kita" di mana saya menjelaskan mengapa KONON laki-laki lebih memiliki nafsu besar dari pada perempuan sehingga kita harus memahami kalau laki-laki cepat bernafsu tatkala melihat perempuan, baik yang berbaju tertutup maupun berbaju terbuka.

Mengenai agama yang konon katanya mampu untuk membendung kebejatan moral, saya kurang setuju agama menjadi tolok ukur, karena kalau manusianya sudah bejat, tempaan agama sekuat apa pun akan mental. Apalagi kalau yang mengajarkan agama itu dari sononya sudah berpikir bahwa perempuan memang layak menjadi objek seksual. Saya menulisnya di "RUU APP?"

Mungkin setelah ini akan saya tulis lagi pendapat saya, untuk menjawab komentar yang sudah masuk ke mailbox saya.

Thanks for your attention

1 comment:

Rendra said...

Saya tidak tahu apa saya yang anda maksud, karena anda tidak mengapprove komentar saya.
Saya memang tidak membaca seluruh artikel anda, bahkan artikel RUU APP 2 pun tidak saya baca secara tuntas. Saya hanya membaca sepintas dan terlihat bahwa opini yang anda tulis banyak yang tidak berdasar dan memutarbalikkan logika.Yang saya komentari justru komentar anda di RUU APP 2.

Dari yang baru saya baca di artikel Adam & hawa, berdasarkan paragrap awal dimana "laki-laki memiliki nafsu yang tinggi", justru laki-lakilah yang selama ini "harus selalu menahan nafsunya sekuat tenaga".
Karena anda percaya bahwa nafsu pria dan wanita setara, maka seharusnya keduanya sama-sama menahan nafsu. Tindakan wanita yang membuka-buka aurat didepan umum tentu merugikan pria yang sedang menahan nafsu. Saya tidak tahu apakah wanita jadi bernafsu ketika ada siulan dan semacamnya dari pria (dari RUU APP 6)(ingat, saya sedang bicara mengenai menahan nafsu). Yang jelas saya tidak setuju kalau ada pria yang melakukan hal itu kepada wanita manapun (bahkan yang memakai pakaian terbuka).
Saya tidak tahu apakah nafsu pria lebih besar/sama/kecil dari wanita tapi yang jelas semua pihak harus mengendalikan nafsu tsb dan hanya disalurkan melalui jalur "resmi". Tidak penting siapa yang memiliki nafsu lebih tinggi, yang jelas tindakan wanita yang membuka aurat kontraproduktif dengan usaha pria mengendalikan nafsu (dan sebaliknya).

Anda boleh saja berpendapat agama tidak mampu mampu untuk membendung kebejatan moral, tapi itu bukan berarti "yang mengajarkan agama itu dari sononya sudah berpikir bahwa perempuan memang layak menjadi objek seksual". Yang terjadi justru wanita yang berpakaian terbukalah yang membuat dirinya menjadi objek seksual.

Oh ya, ada sedikit tambahan komentar untuk puisi di RUU APP 2:
Ketika DPR membahas RUU APP, pria baik-baik dan wanita baik-baik yang mendukungnya. Adapun Pria jalang, ia menolaknya. begitu juga dengan wanita jalang. (peace)

Ok, tampaknya sampai disini saja komentar dari saya. Saya tidak akan berkomentar lebih jauh di blog ini karena percuma saja saya tulis kalau anda tidak mau mengapprove komentar ini. Meskipun demikian saya tidak memaksa anda untuk mengaprove komentar ini karena saya menyadari hak anda sebagai seorang blogger untuk mengatur blognya.