Search This Blog

Thursday, April 27, 2006

RUU APP 2

Seperti yang telah kukemukakan dalam artikelku yang berjudul “RUU APP?”, bahwa masalah yang paling mendasar dari mengemukanya RUU APP adalah cara berpikir laki-laki yang senantiasa memandang perempuan sebagai objek seksual. Ingin sekali lagi lewat artikel ini aku mengatakannya kembali. Terutama bagi seseorang yang telah berusaha mengirimkan komentarnya, tanpa menyebutkan identitas dirinya, hanya menyebutkan alamat blognya yakni di http://ruuapp.blogspot.comKalau orang-orang berpikir bahwa mereka-mereka yang tidak setuju dengan adanya RUU APP berarti mereka (termasuk aku di sini) pro pornografi dan pornoaksi, itu SALAH BESAR. seperti yang telah kutulis juga di artikel sebelum ini, apakah dengan menutupi seluruh tubuh perempuan, akan selesai permasalahan porno-pornoan ini? TIDAK. Karena yang porno itu tidaklah terletak pada tubuh perempuan, melainkan pada OTAK LAKI-LAKI yang selalu berpikir bahwa perempuan adalah objek seksual semata. Dengan mengatakan, “Salahkan saja Tuhan yang telah menciptakan tubuh perempuan begitu indah untuk dinikmati”, itu berarti anda menunjukkan diri sebagai orang yang hanya berani melempar batu dan sembunyi tangan. Anda yang melempar batu dan tidak mau mengakui. Anda yang menikmati tubuh perempuan dengan mata jalang anda, tapi yang anda salahkan adalah Tuhan yang telah menciptakan perempuan. Anda yang tidak mampu mengontrol otak anda yang berpikiran ngeres, perempuan yang disalahkan. Anda yang salah namun mengambinghitamkan perempuan. Apakah dengan menyeragamkan semua perempuan untuk memakai baju yang sama—menutupi seluruh tubuh mereka—akan menghentikan praktek perkosaan dan pelecehan seksual? TIDAK, selama otak laki-laki tetap ngeres. Justru, mereka akan semakin penasaran untuk melihat ada apa dibalik pakaian perempuan? Mereka akan semakin tertantang untuk mengetahui ada apa di balik tubuh yang ditutupi rapat itu.Apakah dengan menjauhkan VCD-VCD BF maupun majalah-majalah porno itu dari rumah anda—dalam lingkup kecil—dan seluruh Indonesia—dalam lingkup besar—akan menyelesaikan semua permasalahan ini? TIDAK, selama laki-laki tidak berubah cara berpikir mereka untuk lebih menghormati perempuan; bahwa perempuan bukan makhluk yang hanya untuk dilecehkan.Kita harus berusaha mencari jalan keluar untuk mengurangi praktek perkosaan dan pelecehan seksual, termasuk juga perdagangan perempuan dan anak-anak dari akarnya, bukan hanya sekedar memenjarakan kaum perempuan dengan adanya RUU APP itu, tapi tidak memenjarakan kaum laki-laki yang telah melecehkan kaum perempuan, atau pun kalau memenjarakan namun tanpa hukuman yang setimpal. Tatkala ada tayangan-tayangan di televisi yang menunjukkan bagian-bagian tubuh yang bagi sebagian kaum laki-laki menjadi bernafsu, apakah yang salah si perempuan itu? TIDAK. Salahkan saja itu kaum kapitalis yang mengambil keuntungan dari para perempuan yang membutuhkan uang, dan itu mungkin satu-satunya cara mereka mencari uang. Karena kalau pun toh para perempuan itu menolak untuk tampil seperti itu di layar televisi, atau pun di mana saja, kaum kapitalis yang memiliki uang akan mencari perempuan-perempuan lain yang bersedia. Jangan salahkan kaum perempuan yang terpojok seperti itu, tanpa mengambil tindakan apa pun kepada mereka yang telah memproduksi tayangan seperti itu.
Jangan salahkan kaum perempuan yang dengan sangat terpaksa menjual tubuhnya untuk mencari sesuap nasi, karena kalau tidak ada konsumen—yang nota bene kaum laki-laki—mereka-mereka pun akan berhenti. Mereka ada karena kaum laki-laki yang brhidung belang itu ada.Bacalah puisi di bawah ini yang kebetulan kudapatkan dari seorang teman, yang aku yakin sudah beredar bebas di internet.

Aku Pria Jalang
Dari Kumpulannya Yang Terbuang
Aku Kecantol Wanita Jalang
Demi Tubuhnya Kuhambur Uang
Gejolak Hasrat Nafsu Berpetualang
Membuat Masakan Di Rumah Terasa Kurang

Aku Anak Manusia, Aku Anak Malang
Affairku Akhirnya Tercium Orang

Karir Sukses Akhirnya Hilang
Karena Ada Kelemahanku Yang Bisa Diserang

Semuanya Hancur Gara-gara Selembar Kutang
Kepada Siapa Aku Pantas Berang?
Semua Kesalahan Kulimpahkan Kepada Si Jalang

Tetapi Sebenarnya Godaan Si Wanita Jalang
Takkan Mempan Kalau Akunya Sendiri Tidak Jalang!
Kesadaran Selalu Datang Menjelang Petang
Kini Yang Ku-punya Tinggal Tulang
Tapi Sebelum Aku Berpulang

Aku Ingin Berpesan Kepada Sesama Hidung Belang !
Kiamat segera datang.......!!!!
Tobatlah mulai sekarang......

Dan juga puisi berikut ini yang dikirimkan oleh seorang teman untukku.

a womans prison is in the mind
a mans prison he will find
that pale yellow wallpaper around the room
helps the thoughts and helps to groom
each person has the truth inside
all it needs to open wide
truth and honesty with careful thought
deceit and hate we need to halt
look outside at the sun and rain
we need them both like wheat and grain
food for thought we have within
let it out to stop decayin
women and men must live together
or end up as cold as a glacier
so dont think of life as a strangled cry
think of life as a small mayfly

flying free up in the air
looking at life so happy and fair
explosions of colour up high and below
red, blue, and green and even YELLOW.

Hidup ini akan lebih indah jika laki-laki perempuan saling menghormati, saling meyakini keberadaan masing-masing di dunia ini untuk saling melengkapi, dan bukan untuk satu pihak yang merasa lebih berkuasa untuk kemudian melecehkan pihak yang lain, memenjarakan satu pihak karena justru dialah yang tidak mampu mengontrol diri sendiri.

Thanks for your attention.

11.12 270406

5 comments:

Erna said...

Masalah pornografi akan melibatkan laki-laki dan perempuan.
Laki-laki otak kotor juga salah mbak...
Tapi bukan berati kaum perempuan berhak berpakaian seronok dan menyalahkan pihak laki-laki harus ngontrol kelakukannya.

Saya ingat waktu kecil, dilarang memakai perhiasan (kalu, anting & gelas emas) yang mencolok, yang bisa memancing kriminalitas.
Kenapa ?

Karena orantua dan guru tidak menghendaki terjadi penodongan/penjambretan pada anak (saya).
Kita bisa saja menuntut keamanan agar tercipta. Tapi apa semua orang harus dikawal oleh setiap polisi ?

Kriminalitas dapat terjadi karena 2 hal: niat jahat dan kesempatan !

Kita sebagai kaum perempuan juga jangan memancing-mancing laki-laki pikiran kotor utk beraksi lagi.

Janganlah kaum perempuan dihinakan di mata kaum laki-laki, justru karena kelakuan kaum perempuan sendiri.

Maaf kalau tidak berkenan

A Feminist Blog said...

Erna, thanks for the comment.
Kalau kamu membaca artikelku yang berjudul "RUU APP?" kamu akan tahu bahwa kalau otak lelaki itu sudah ngeres, aku yang biasa menutup diri dengan memakai rok panjang dan blazer pun bisa jadi bahan pelecehan.
So, yang menjadi masalah di sini adalah laki-laki itu yang otaknya ngeres. Kalau otaknya tidak ngeres, lihat perempuan telanjang di hadapan matanya pun bakal cuek bebek.
Masalah porno-pornoan ini tidak akan selesai hanya dengan memaksa perempuan menutupi seluruh tubuhnya (Di Arab Saudi dan negara-negara Arab yang lain, yang hampir seluruh perempuan menutupi tubuhnya, apakah tidak ada pelecehan seksual? pemerkosaan? Tidak kan???)
Harus mulai pendidikan kepada kaum laki-laki bahwa perempuan bukanlah objek seksual yang bisa dengan seenak udel mereka untuk dinikmati, tanpa perempuan itu sendiri mengizinkannya. Kalau perempuan itu sendiri menikmatinya??? Ya ... itu namanya bukanlah lagi pelecehan seksual atau pun pemerkosaan. Itu beda lagi. Kalau memang si perempuan itu sendiri ok, ngapain kita sebagai orang lain ribut sendiri? Urusin aja urusan kita sendiri. Selesai. Beres kan?

Rendra said...

Kalau laki2 tidak bernafsu melihat perempuan telanjang dihadapan matanya, itu justru tidak normal.
Yang jadi masalah adalah (jika laki2 dan perempuan bukan suami-istri yang sah):

1. apa yang akan dilakukan laki2 itu terhadap perempuan tsb.
2. Kenapa perempuan itu sampai telanjang dihadapan laki2 tsb.

masalah pertama sudah ditangani oleh uu tentang perkosaan, pelecehan seksual dll.
masalah yang kedua belum ada, oleh sebab itu (mungkin) dirancang RUU APP.

Pendidikan bahwa perempuan bukan objek seksual jelas sudah ada, salah satunya adalah pendidikan keagamaan.
pendidikan agama juga mengajarkan bahwa perempuan dilarang mengeksploitasi tubuhnya secara seksual dengan cara berpakaian yang lebih sopan.

afiy said...

maaf sebelumnya,

memang laki2 itu adalah manusia penuh birahi.
Dan tentu aja, birahi ini ngga bakal keluar kalo ngga kepancing.
Siapa yg mancing??
Jelas, wanita2 yg dengan tanpa malu2 mempertontnkan tubuhnya kpd publik.
================================

Mba, memakai pakaian seperti itu masih dilecehkan?

pertanyaan:
dilecehkan seperti apa??
==================================

Di Arab Saudi masih ada pelecehan.

pernyataan:
tiada gading yang ak retak. Sesempurna apapun peraturan, masih ada aja cacatnya, mba. Tapi, apakah jumlah pelecehan yg ada lebih besar dari Indonesia.
Atau mungkin perlu dibandingkan dgn negra bebas seperti Amerika. Wuii, gila! disana terlalu bebas, bahkan kumpul kebo pun kurang jadi masalah. Apakh di Arab seperti itu? TENTU TIDAK!!
=================================
Pendidikan agama, dan penyuluhan tanpa RUU APP pun sudah cukup.

pernyataan:
OMONG KOSONG! buktinya, sampai sekarang, mesti ada banyak penyuluhan dan pendidikan agama sejak dini, moral Indonesia tetap saja TERUS MEROSOT!
==================================

Taukah mba, kenapa sebagian laki2 menolak RUU APP??

Karena mereka menyukai pornografi!!
Kalau saja mereka tidak menyukai hal yang berbau esek2, mereka ngga bakal nolak itu RUU.
Justru karena mereka suka, dan telah belajar dari apa saja yg mereka dapat krn menyukai porno2 itulah, maka mereka menolak RUU APP.
===================================

kalo ada waktu silakan buka blog saya di

http://glasnostafiy.blogspot.com

terimakasih atas atensinya,
-afiy-

Genzi said...

Mbak saya genzi www.genzi.rajakomen.com mau minta izin ikut komentar, kalo dimuat berati dizinin klo gak dimuat berati gak dizinkan :).
Perbedaan itu menjadi sebuah sumber yang dahsyat untuk sebuah ilmu yang baru, itu kalau disikapi dengan baik, dan akan menjadi sumber yang dahsyat pula kalau disikapi secara saling menyalahkan dan menjatuhkan. Selanjutnya opini pribadi saya ya mbak, hanya mencontohkan hal kecil tapi berefek besar buat kaum yang saya hormatin yaitu perempuan. seperti semua kita tau "SEBAGIAN LAKI LAKI" berotak ngeres dan "SEBAGIAN PEREMPUAN" bangga kalau dibilang sexy. karena sebagian sebagian itu, pada suatu saat seorang lelaki ngeres melihat perempuan yang bangga akan kesexyannya, terus laki laki itu terangsang, terus lewatlah seorang perempuan yang berpakaian sopan- katakanlah org tersebut saudara/teman/sahabat/seseorang yang kita cintai, karena laki laki tersebut sedang terangsang gara gara liat perempuan yang sexy tadi tanpa ba bi bu diperkosalah dia, kita pasti semua bersedih, tapi taukah penyebabnya?? penyebannya adalah ada seorang laki laki yang sedang terangsang gara gara melihat wanita sexy, dan dengan waktu dan tempat yang salah, orang yang kita sayangi lewat didepan laki laki itu.

nah RUU APP ini "hanya salah satu" pager untuk meminimalisasi/ mencegah hal itu terjadi, bukan berarti RUU APP ini akan menghilangkan pemerkosaan dan moral bejad lainnya. banyak sekali parameter2xnya sehingga moral bejad banyak terjadi disini. Di sisi saya sebagai laki laki yang masih normal dan memiliki hawa nafsu, keinginan untuk bisa mengontrol nafsu menjadi akan lebih mudah kalau PEREMPUAN yang bangga akan kesexyannya tidak mempertontonkannya dijalan. Begitu juga dari sisi perempuan, dengan tidak adanya perempuan sexy yang mengundang syahwat akan mencegah salah satu contoh yang saya sebutkan tadi diatas. Lebih baik mencegah dari pada tidak sama sekali.
Namun apapun pendapat Mbak saya sangat hargai, mari kita sama sama mencapai tujuan untuk berguna bagi orang lain dengan jalan masing masing, kalau saya menuju jalur setuju dengan RUU APP, mungkin Mbak mempunyai jalur yang lain yang lebih baik, kalau iya ada, mohon kiranya bisa di share. Terima kasih.

Salam